Saya terkejut. Saya lihat ke HP. Benar saja. Waktu menunjukkan pukul 02.20. saya suruh berkendara santai pun, jam 03 kurang sudah tiba di bandara. Benar-benar kepagian. Sampai di Bandara pun waktu itu masih gelap, karena penerbangan di Terminal 3 baru mulai ramai pukul 05.00 dan bahkan kedai kopi dan kios serba guna belum buka.
Ternyata doa bapak itu begitu dahsyat sehingga langsung dijawab, begitu pikiran saya untuk menenangkan diri. Tokh akhirnya saya bisa mencari tempat duduk yang baik, buka laptop, melihat lagi skedul acara, mengecek ulang presentasi, dan begitu café buka langsung pesan kopi pahit dan roti hangat. Bisa jadi, saya disuruh bersiap lebih baik. Bisa jadi saya disuruh jeda sejenak dari rutinitas yang alang kepalang.
Waktu itu dunia begitu sibuk rasanya. Bekerja di kantor sampai malam. Baru tidur 2-3 jam langsung berangkat ke luar kota agar tidak bertabrakan waktu bekerja dan berorganisasi. Kurang istirahat. Pernah hidung mimisan saat keluar taksi, sehingga terpaksa lari ke toilet agar darah tidak berceceran di lantai dan menciprat ke baju. ***
Komentar