Seputar Publik / Gaya Hidup
Ini Efek yang Terjadi pada Usus Besar Setelah Minum Kopi
Ilustrasi minum kopi
Dikutip laman Channel News Asia, Senin (4/3/2024), konsultan senior umum dan ahli bedah kolorektal dari Colorectal Clinic Associates Dr Sulaiman Bin Yusof mengatakan ada zat lain dalam kopi yang dapat menggerakkan berbagai hal di usus besar Anda termasuk asam klorogenat, asam sitrat, asam asetat, flavonoid dan tanin, di antara senyawa lainnya.“Ada makalah penelitian yang menyatakan bahwa rasa pahit kopi itu sendiri berperan dalam merangsang lambung,” kata Dr Sulaiman.Bahkan pada kopi yang memiliki kandungan kafein sekitar satu hingga lima persen dari kopi biasa, bisa menyebabkan kemungkinan buang air besar setelah mengonsuminya.Dr Kewin Siah, konsultan senior di Divisi Gastroenterologi & Hepatologi Rumah Sakit Universitas Nasional, Departemen Kedokteran mengatakan asam klorogenat dalam kopi merangsang usus menambah efek kafein pada usus besar Anda.“Gastrin (hormon yang merangsang lambung untuk melepaskan asam lambung) dan kolesistokinin (hormon yang memicu sekresi empedu dan enzim untuk mencerna lemak dan protein) juga dilepaskan sebagai respons terhadap kopi, sehingga selanjutnya merangsang kontraksi usus besar,” jelas Siah.Namun pada penelitian yang dilakukan pada 100 orang, efek ini hanya terjadi pada 30 persen orang. Hal ini juga tergantung kadar kafein, jenis kopi dan cara biji kopi disangrai. Kopi dari kopitiam bisa mengandung 100 mg kafein per cangkir sedangkan espresso hanya sekitar 40 mg kafein per cangkir.Konsumsi gula dan susu juga berpengaruh pada efek buang air besar karena konsumsi kopi.“Konsumsi gula dapat merangsang pelepasan insulin. Hal ini, pada gilirannya, dapat berkontribusi pada peningkatan pergerakan usus pada beberapa individu. Laktosa dan gula susu diklasifikasikan sebagai oligosakarida, disakarida, monosakarida, dan poliol yang dapat difermentasi (FODMAPs), Zat-zat ini dapat menyebabkan gejala seperti gas, kembung, dan perubahan kebiasaan buang air besar,” katagastroenterologi senior dari AliveoMedical Dr Stephen Tsao.Kopi bisa menjadi suplemen yang kita gunakan untuk melancarkan buang air besar, kata Dr Sulaiman. Namun, jika kita menderita sembelit meskipun telah melakukan semua tindakan ini, kita harus mempertimbangkan untuk melakukan evaluasi kolon untuk memastikan tidak ada masalah mendasar pada usus besar kita. Ini penting jika Anda mengalami gejala lain selain sembelit seperti pendarahan atau sakit perut.
Tulis Komentar
Berita Terkait
Baca Juga
Lainnya
Bima Arya Dorong Tata Kelola Efektif di Hari Otonomi Daerah ke-30
Tinjau TMMD 2025, Brigjen TNI Mangaraja Simanjuntak di ulosi Abit Godang Oleh Wakil Bupati Palas
Bulan Bung Karno DPC PDIP Kota Bekasi, Panggung Ekspresi Ideologis Rakyat Sumber Kekuatan Sejati
KNPI Banten Soroti Isu “Gudang Stempel” di DPRKP dan Dugaan Joki Kontrak Program PSU
Gubernur Pramono Resmikan Halte Swadarma ParagonCorp, Kolaborasi CSR Perkuat Transportasi Publik Menuju Jakarta Kota Global
Tri Adhianto Lantik Adik Ipar Sebagai Sekda Kota Bekasi Yang Baru
PTPN IV PalmCo Salurkan Rp5,5 Miliar Program TJSL Awal 2026, Perkuat Dampak Sosial di Sumatera, Jawa, dan Kalimantan
Komentar