Secara umum, arkeolog dan filolog bekerja sama untuk :
● Identifikasi Bahan : Jenis media (lontar, kulit kayu, batu, kertas, dll).
● Penanggalan : Menggunakan teknik karbon-14 atau analisis paleografi (gaya tulisan).
● Penerjemahan : Karena ditulis dalam aksara dan bahasa kuno (misalnya, aksara Kawi, Jawa Kuno, Pallawa, Arab Pegon).
● Konteks Sosial-Budaya : Apa isi manuskrip itu, dan bagaimana pengaruhnya dalam masyarakat masa lalu.
● Pelestarian : Naskah sangat rapuh, sehingga perlu konservasi khusus.
Beberapa manuskrip kuno Indonesia sudah diakui oleh UNESCO Memory of the World, misalnya Nagarakretagama, La Galigo (epos Bugis kuno), dan Babad Diponegoro (katatan perang dan perjuangan). Manuskrip kuno ini sangat penting untuk menelusuri identitas bangsa, memahami nilai-nilai tradisional dan agama, menyusun ulang sejarah lokal dan nasional, serta melestarikan bahasa dan aksara daerah.
Demikian sekilas pengetahuan yang bisa dipelajari untuk menambah referensi ilmu tentang manuskrip arkeologi. Semoga bermanfaat. Aamiin
Penulis : Dede Farhan Aulawi
Komentar